Bulog jawa barat siap melakukan penyerapan dan pendistribusian kedelai di wilayah tersebut.
"Secara infrastruktur Bulog memiliki gudang yang siap untuk melakukan penampungan kedelai, teknologinya juga kita punya. Jadi tidak ada masalah untuk melakukan program penyerapan kedelai," kata Kepala Divre bulog jabar, Usep Karyana di Bandung, Senin.
Menurut Usep, potensi penyerapan kedelai di jawa barat cukup besar, angkanya bisa mencapai belasan ribu ton per tahun. Meski demikian tergantung pada penanaman yang dilakukan oleh para petani yang selama ini belum menjadikan kedelai sebagai komoditas utamanya.
Namun demikian, di beberapa daerah penanaman kedelai digalakan oleh pemerintah. Diharapkan dengan adanya penugasan penyerapan dan pendistribusikan kedelai bisa menjamin ketersediaan bahan baku utama pembuatan tahu dan tempe itu.
"Pokoknya kami tunggu penugasan dari pemerintah, bila kuotanya sudah ada ya kita lakukan. Spesifikasi dan standarnya juga sudah jelas dan tidak masalah bagi Bulog," kata Usep.
Ia menyebutkan, Bulog memiliki pengalaman dalam menyerap dan menyalurkan komoditi pangan seperti beras. Bahkan juga pernah menangani kedelai sebelum akhirnya harus fokus ke komoditas beras.
Gudang-gudang yang ada saat ini, kata dia bisa dimanfaatkan untuk penyimpanan kedelai itu dengan volume yang disesuaikan dengan kapasitas yang ada.
"Sejauh ini kami masih menunggu kuota penyerapan yang akan diberikan kepada bulog jabar," kata Usep.
Sementara itu penanaman kedelai di jawa barat kembali digalakan. Dinas Pertanian menargetkan produksi kedelai di Jabar sebanyak 162.643 ton, atau lebih besar dari proyeksi dari pemerintah sebesar 150.000 ton. (ant/as)
Thursday, 31 January 2013
Bulog Jabar Siap Serap Kedelai
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment