Thursday, 31 January 2013

KADIN Harus Mampu Jadi Aset Bangsa

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Suryo Bambang Sulisto mengatakan, Kabinet Kerja Keras KADIN Indonesia (K4I) agar mampu menunjukkan kepada publik bahwa organisasi tersebut merupakan aset berharga bangsa Indonesia "Melalui K4I harus mampu membangun citra Kadin melalui sosialisasi program reformasi, depolitisasi, dan profesionalisme secara lebih optimal," kata Suryo Bambang Sulisto melalui siaran persnya di Jakarta, Selasa.

Sebelumnya KADIN Indonesia menyenggarakan dialog dengan Menteri Perindustrian MS Hidayat dan mantan Menteri Tenaga Kerja Fahmi Idris, di Jakarta, Senin (28/1) malam.

Menurut Suryo, melalui K4I yang dipimpinnya, KADIN Indonesia telah mengagendakan peningkatan sosialisasi program reformasi, depolitisasi, dan profesionalisme secara lebih optimal kepada seluruh pemangku kepentingan.

Langkah ini, kata dia, dilakukan untuk mencegah dan mengantisipasi adanya upaya-upaya yang dinilai oleh Dewan Pengurus KADIN Indonesia tidak sesuai dengan visi dan misi KADIN Indonesia.

Sebelumnya, KADIN Indonesia telah melakukan perubahan struktur kepengurusan dari semula berjumlah 21 jabatan menjadi 36 jabatan.

Menurut Suryo, perubahan struktur ini dilakukan untuk meningkatkan efektivitas dan optimalisasi kinerja organisasi.

"Dengan merangkul lebih banyak lagi pengusaha nasional serta penyeimbangan beban kerja organisasi, kami meyakini perubahan struktur organisasi KADIN Indonesia dapat mendorong aktivasi program-program yang belum berjalan optimal sebelumnya," katanya.

Menurut dia, reformasi, depolitisasi, dan profesionalisasi KADIN Indonesia sangat penting, karena KADIN Indonesia sebagai mitra pemerintah, menghadapi tantangan dunia usaha yang sangat besar saat ini yakni mendorong perekonomian daerah secara optimal.

"Hal ini tidak dapat dilakukan tanpa 3 langkah tersebut," ujarnya.

Sementara itu, Fahmi Idris, yang pernah menjadi ketua tim formatur KADIN Indonesia, menyarankan agar KADIN Indonesia lebih banyak membangun akses dan komunikasi guna menyelesaikan persoalan yang ada.

"Saran saya KADIN Indonesia harus memperbanyak berunding," kata mantan Menteri Tenaga kerja itu. (ant/as/img:google)

No comments:

Post a Comment