Gubernur Sumatera Utara H gatot pujo nugroho menegaskan, transportasi massal yang akan dijalankan terkoneksi di Medan, Binjai dan Deliserdang atau Mebidang akan menekan kemacetan arus lalu lintas yang semakin dirasakan di daerah itu.
'Jadi semua harus mendukung pelaksanaan transportasi massal yang dilakukan pemerintah di Medan itu yang merupakan proyek percontohan di Indonesia bersama Manado dan Batam,' katanya di Medan, Kamis.
Pemerintah ingin menata dan menghadirkan sistem transportasi massal yang aman, nyaman, dan terjangkau masyarakat di semua kota khususnya di kota besar yang lalu lintasnya semakin padat.
Di Sumut khususnya Kota Medan, misalnya pertumbuhan ekonomi yang cukup bagus telah membuat peningkatan jumlah kendaraan yang signifikan sehingga lalu lintas semakin macet.
Makanya, kata dia, Sumut mendukung dan untuk mewujudkan Trans Mebidang itu, Pemprov Sumut sudah bekerja sama dengan Pemkab Deliserdang, Pemkot Binjai dan Pemkot Medan untuk pengoperasian Bus Rapid Transit (BRT) diwilayah Mebidang tersebut.
'Kalau sejak sekarang persiapan transportasi massal sudah dimulai, maka mudah-mudahan, kota Medan tidak mengalami kemacetan arus lalu lintas seperti Kota Jakarta,' katanya.
Kemacetan lalu lintas tidak hanya membosankan tetapi juga membuat aktivitas masyarakat terhambat dan sangat terbatas.
Rektor Institut Teknologi Medan, Ilmi Abdullah, menyebutkan, dengan jumah penduduk Mebidang dan Karo (Mebidangro) yang lebih dari 4 juta jiwa dan luas kawasan sekitar 300 ribu hektare, membuat kawasan daerah itu menjadi pusat pertumbuhan baru yang sangat menantang.(ant/rd)
No comments:
Post a Comment