PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur mencatat pasokan listrik di Provinsi Jatim mengalami surplus 2.200 Mega Watt (MW) sampai saat ini, karena ketersediaan energi tersebut di wilayah ini melebihi permintaan pasar.
"Secara keseluruhan, total ketersediaan listrik di Jatim pada masa sekarang mencapai sebesar 7.000 MW. Sementara, kebutuhan listrik ketika beban puncak mencapai 4.800 MW," kata Deputi Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN (Persero) Distribusi Jatim, Arkad Matulu, di Surabaya, Rabu.
Dengan besarnya pasokan energi listrik tersebut, katanya, PLN menjamin bahwa masyarakat kelistrikan di Jatim tidak akan mengalami pemadaman listrik secara bergilir maupun total di semua wilayah.
"Jika ada perbaikan atau pemeliharaan jaringan listrik di suatu titik maka langkah pemadaman memang harus dilakukan," tegasnya.
Upaya itu karena PLN Distribusi Jatim tetap wajib mengutamakan keselamatan masyarakat kelistrikan di wilayah kerjanya, namun bila ada pemeliharaan jaringan maka aliran listrik harus dimatikan sementara sampai aktivitas itu selesai.
"Kami tidak mau terjadi hal-hal yang tidak diharapkan bisa dialami oleh pelanggan di Jatim," katanya.
Terkait jumlah pelanggan di Jatim, tambah dia, berdasarkan data pengusahaan selama bulan Maret 2014 untuk golongan dan tarif Sosial (S) ada sebanyak 213.847 pelanggan.
"Jumlah pelanggan golongan dan tarif Rumah Tangga (R) mencapai 8.563.048 pelanggan, sedangkan kalangan Bisnis (B) tercatat sebanyak 381.174 pelanggan," katanya.
Khusus pelanggan industri (I), sebut dia, jumlahnya mencapai 13.101 pelanggan di Jatim. Sementara, jumlah pelanggan dari kalangan Pemerintah (P) mencapai 45.489 pelanggan dan golongan Layanan Khusus ada sebanyak 12.687 pelanggan.
"Dari jumlah tersebut, total pelanggan kami di Jatim mencapai 9.229.346 pelanggan," katanya.
Mengenai nominal pendapatan dari masing-masing golongan pelanggan sebanyak Rp55 miliar merupakan kontribusi golongan Sosial (S) dan Rumah Tangga (R) menyumbang pendapatan Rp591 miliar.
Kalau golongan Bisnis (B) membukukan pendapatan Rp325 miliar, Industri (I) Rp888 miliar, Pemerintah (P) Rp77 miliar, dan disusul Layanan Khusus (Layanan) Rp128 miliar.
"Melalui besaran itu, membuktikan bahwa kinerja kami pada tahun ini cukup lumayan. Untuk itu, kami berkomitmen meningkatkan performa pada setiap tahunnya," katanya.(ant/ris)
No comments:
Post a Comment