Kadin Jawa Barat merangsang pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) memanfaatkan pemasaran online untuk meningkatkan jaringan pasar.
"Penjualan lewat online mengalami peningkatan signifikan, UMKM harus menangkap peluang itu. Sayangnya saat ini pemanfaatkan sistem online dalam pemasaran produk masih rendah," kata Wakil Ketua Kadin Jabar Bidang Perlindungan dan Peningkatan Daya Saing Ekonomi, Eggy Hamzah di Bandung, Jumat.
Menurut Eggy, UMKM yang memanfaatkan jaringan internet untuk pemasarannya baru sekitar 15-20 persen dan perlu ditingkatkan lagi.
Kadin melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kesadaran sekaligus kemampuan para pelaku UMKM agar lebih "melek" teknologi. Salah satu upayanya, ungkap dia, pihaknya menjalin kerjasama dengan Universitas Indonesia (UI).
"Bentuknya, berupa pendampingan bagi para pelaku UMKM," kata dia Peningkatan akselerasi pasar dan daya saing produk UMKM, kata dia sangat diperlukan menyongsong ASEAN-China Free Trade Aggreement (ACFTA). Persaingan dapat semakin ketat, tidak hanya dalam hal produk, tetapi juga sumber daya manusia, seiring dengan segera berlakunya ASEAN Economic Community (AEC) pada 2015.
"Memanfaatkan perkembangan dunia teknologi informasi (TI). Dasar itu pula yang menjadi strategi jajaran Kadin Jabar untuk meningkatkan daya saing dunia usaha para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)," katanya.
Ia menyebutkan, sistem online memiliki efek positif yang mana efeknya jaringan pasar menjadi lebih luas dan terbuka.
"Pelaku UMKM dapat mempromosikan dan menjual produknya secara lebih luas, tidak hanya bersifat lokal dan regional, tetapi juga nasional, bahkan internasional," kata Eggy Hamzah menambahkan.(ant/ris)
No comments:
Post a Comment