Ketua Asosiasi Perusahaan Pengguna Gas atau Apigas Sumatera Utara, Johan Brien, menyebutkan, sejumlah investor termasuk di kawasan industri Sei Mangkei, Simalungun terpaksa menunda investasi karena tidak adanya gas dan krisis listrik yang masih berlanjut.
'Sejumlah investor terpaksa menunda investasi khususnya di Kawasan Industri Sei Mangke. Harusnya kondisi itu semakin mendapat perhatian besar dari pemerintah pusat karena pembangunan Sei Mangkei merupakan proyek MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia),'katanya di Medan, Selasa.
Ia menyebutkan dewasa ini, kebutuhan gas industri di Sumut sekitar22 million standard cubicfeet per day (mmscfd), sementara yang terpenuhi hanya sekitar 9 mmscfd setelah ada tambahan dari gas Benggala, Langkat.
Desakan ke pusat semakin dinilai penting karena nyatanyapasokan gas dari Arun, Aceh yangdiproyeksikan mulai Oktober ini nyatanya tertunda hingga tahun depan.
Dia mengakui, Sumut berharappasokan gas dari Sumur Gas di Benggala Langkat, tetapi karenaproduksinya tidak bisa besar, maka tetap saja mendesak Pusat mencarikan solusi.
Potensi Gas Benggala ada sekitar 12 mmscfd itupun kalauempat lubang gas di kawasan itu dieksplorasi semua.
Harus ada solusi, apalagi sejumlah investor sedang menunggu di Sei Mangke, katanya.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Sumut, Sabrina, mengatakan, Pemprov Sumut sudah dan terus mendesak Pusat untuk menambah pasokan gas ke Sumut secepatnya.(ant/rd)
No comments:
Post a Comment