pt pertamina (Persero) menyatakan kesiapan untuk membangun Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) di Bandara Moses Kilangin Timika, Papua untuk menunjang kelancaran transportasi udara di wilayah itu.
General Manajer Marketing Operation pt pertamina Wilayah VIII Maluku Papua, Muhammad Irfan kepada Antara di Timika, Jumat mengatakan fasilitas DPPU sangat pentingan dan mendesak segera dibangun di Timika.
Semua armada pesawat yang beroperasi di bandara timika selama ini membeli bahan bakar avtur dari PT Freeport Indonesia yang didatangkan dari Surabaya.
Keterbatasan persediaan avtur di Bandara Timika mengakibatkan banyak maskapai penerbangan tidak berani terbang ke wilayah itu meski permintaan tiket dari Timika ke berbagai rute tujuan cukup tinggi.
"Demi kepentingan meningkatkan kesejahteraan rakyat Papua, Pertamina siap. Fasilitas DPPU ini sangat penting untuk perkembangan ekonomi di wilayah Timika dan Papua pada umumnya. Tentu Pertamina melihat hal ini sebagai sesuatu yang perlu segera ditindaklanjuti," kata Irfan.
Pada Kamis (15/5), Muhammad Irfan secara khusus datang dari Jayapura ke Timika untuk meninjau lokasi yang disiapkan Pemkab Mimika untuk pembangunan DPPU Pertamina.
Lokasi tersebut berada di sisi selatan Bandara Moses Kilangin Timika, berjejeran dengan area yang disiapkan untuk pembangunan fasilitas terminal umum, pergudangan dan lainnya.
Pemkab Mimika menyiapkan lahan lahan yang cukup luas untuk pembangunan fasilitas tersebut. Sementara pihak Pertamina membutuhkan lahan dengan luas minimal sekitar 1,2 hektare untuk pembangunan sebuah DPPU.
Irfan mengatakan, Pertamina masih menunggu surat resmi dari Pemkab Mimika untuk dapat menindaklanjuti rencana pembangunan DPPU di Bandara Moses Kilangin Timika.
Setelah ada surat resmi dari Pemkab Mimika maka jajaran Pertamina akan menggelar pertemuan dengan Pemkab Mimika untuk membahas berbagai hal termasuk rencana bisnis ke depan.
Terkait hal itu, Pertamina berencana akan melakukan evaluasi secara menyeluruh keberadaan fasilitas Depot Jober Pertamina di Pelabuhan Paumako, Distrik Mimika Timur yang selama ini merupakan sentra utama penyaluran BBM ke Timika.
Avtur Menurut Irfan, akan lebih efisien jika terminal BBM di Pelabuhan Paumako tersebut juga dapat menampung bahan bakar avtur untuk disalurkan ke DPPU di Bandara Moses Kilangin Timika.
"Kita akan evaluasi kembali berapa kapasitas tanki timbun yang akan kita bangun di Pelabuhan Paumako sehingga fasilitas itu menjadi suplai point ke DPPU yang nantinya dibangun di bandara timika agar lebih efisien," jelas Irfan.
Ia menambahkan, jika semua renana itu nantinya bisa terealisasi maka semua kebutuhan avtur untuk pesawat di bandara timika, termasuk untuk melayani kepentingan PT Freeport Indonesia dapat disuplai dari Depot Jober Pertamina di Pelabuhan Paumako.
Dampaknya yaitu biaya pembelian avtur jauh lebih murah dibanding jika didatangkan dari Surabaya dan masyarakat pengguna jasa penerbangan akan menikmati tiket yang lebih terjangkau atau lebih murah dibanding saat sekarang ini.
Sementara itu,Pejabat Bupati Mimika, Ausilius You menyambut baik keinginan Pertamina untuk segera membangun dppu di bandara timika.
Menurut You, hal tersebut sudah lama dinantikan oleh Pemkab dan masyarakat Mimika.
"Lebih cepat, lebih baik karena hal ini sudah sangat lama kami perjuangkan. Apalagi selama ini Timika merupakan penyangga untuk sejumlah kabupaten di wilayah pegunungan tengah Papua. Semua kabupaten itu mengandalkan transportasi dari Timika untuk bepergian ke luar daerah," kata You.(ant/ris)
No comments:
Post a Comment